Showing posts with label Pengobatan. Show all posts
Showing posts with label Pengobatan. Show all posts

Sunday, January 16, 2011

Teknik ABC Bisa Selamatkan Pasien Gawat Darurat

img
(Foto:thinkstock)
Tengerang, Penanganan gawat darurat merupakan hal yang sangat penting karena menentukan keselamatan pasien itu sendiri. Karenanya dalam penanganan gawat darurat diterapkan prinsip ABC.

"Semua penyebabkematian berujung pada masalah ABC, karenanya bisa ditolong pula dengan tindakan ABC. Jika cepat dikerjakan dengan tepat, besar kemungkinan korban dapat terhindar dari kematian," ujar dr Yudi Cahyono, SpBS dalam acara seminar Up Date Emergency Respon di Eka Hospital BSD, Tangerang, Sabtu (15/1/2011).

dr Yudi menuturkan prinsip penanganan gawat darurat dengan ABC ini adalah:
A untuk airway (jalur napas)
Sangan penting untuk melihat apakah pasien mengalami gangguan dengan jalur napasnya atau tidak (misalnya napas terengah-engah), jika ada gangguan maka harus segera dibebaskan. Hal yang harus diperhatikan adalah tulang leher harus tetap lurus agar tidak mengganggu jalur napas. Jika pasien datang dengan luka parah di wajahnya maka harus segera ditangani karena biasanya gumpalan darah atau muntah bisa menghalangi jalur napas.

B untuk breath (pernapasan)
Periksa pernapasannya apakah mengalami gangguan atau tidak, jika pasien sulit bernapas segera berikan napas bantuan. Karena pernapasan yang terganggu akan membuat oksigen tidak bisa masuk ke dalam darah.

C untuk circulation (sirkulasi)
Jika seseorang mengalami luka perdarahan yang parah harus segera dihentikan agar tidak mengganggu sirkulasi darah di tubuh. Kalau darah banyak yang keluar akan membuat transportasi oksigen terhambat yang bisa membuat kerja jantung semakin berat atau capek.

Sel saraf otak membutuhkan sirkulasi darah yang baik untuk membawa oksigen. Jika sirkulasi darah terganggu atau berhenti selama 3-4 menit maka sel saraf otak akan mengalami kerusakan meskipun bisa diperbaiki. Namun jika kekurangan oksigen (tidak dilakukan tindakan apapun) selama 6-9 menit bisa menyebabkan kerusakan otak yang permanen atau irreversible.

"Hal ini karena orang tidak bisa bertahan kalau tidak napas selama 3 menit dan prinsip ABC ini paling banyak dilakukan untuk pasien trauma," ujar dr Budi M Silitonga, SpBS dari Eka Hospital.

dr Yudi menuturkan jika ada pasien datang dengan perdarahan di otak dan satu lagi perdarahan parah di wajah, maka yang harus menjadi prioritas terlebih dahulu adalah pasien dengan luka parah di wajah karena biasanya mengalami gangguan pada jalur napasnya. Kecuali jika tenaga medisnya mencukupi untuk menangani semuanya sekaligus.

"Selain ABC, pasien gawat darurat juga diperiksa disability-nya apakah terlihat adanya tanda-tanda defisit yang menurun atau tidak lalu dilanjutkan dengan memeriksa kondisi pasien secara menyeluruh mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki dan setiap lubang yang ada," ungkapnya.

Karenanya untuk pertolongan pertama jangan dilihat dari seberapa parah luka yang dialami, tapi lihatlah apakah ada gangguan pada jalur napas, pernapasan dan juga sirkulasinya. Jika ada gangguan pada salah satu bagian tersebut segeralah berikan pertolongan untuk menghindari kematian.

Monday, January 10, 2011

Mengatasi Dan Mengobati Radang Sinusitis


Pada daerah hidung dan sekitarnya terdapat 8 rongga yang disebut sebagai sinus. Menurut istilah kedokteran sinusitis adalah radang pada daerah sinus. Daerah yang paling sering terkena radang sinus adalah rongga pipi, kemudian daerah tulang hidung, rongga dahi dan rongga pelipis. Biasanya radang sinusitis ini didahului oleh infeksi saluran pernapasan atas yang berupa pilek dan batuk.

Penyebab adanya radang sinusitis meliputi :
- Virus
- Jamur
- Bakteri
- Infeksi kerongkongan
- Infeksi amandel
- Infeksi gigi bagian belakang
- Kelainan anatomis hidung
- Tumor
- Polip
- Polusi lingkungan
- Udara dingin
- Asap rokok

Gejala klinis yang ditimbulkan dapat dibagi menjadi 2 yaitu gejala subyektif (dirasakan) dan gejala obyektif (dilihat), Gejala subyektif antara lain yaitu :
- Hidung menjadi tersumbat
- Pilek yang berbau dengan ingus yang kental
- Nyeri pada pipi atau bagian wajah yang lain
- Gangguan indra pembauan, dll.

Sedang gejala obyektif akan ditemukan pembengkakkan pada daerah bawah orbita (mata) dan lama kelamaan akan bertambah lebar sampai ke pipi.

Kategori penyakit radang sinusitis yaitu :
1. Sinusitis Akut
Sinusitis yang terjadi karena infeksi yang timbul selama beberapa hari sampai minggu.
2. Sinusitis Sub-Akut
Infeksi yang timbul selama beberapa minggu sampai beberapa bulan. Pada infeksi sub-akut gejalanya yaitu hidung tersumbat, tidak enak pada wajah, pengeluaran cairan nasal yang disertai dengan nanah yang berakhir lebih dari 3 minggu setelah infeksi akut telah berakhir.
3. Sinusitis Kronik
Sinusitis disebut kronik jika infeksi yang timbul sampai berbulan-bulan (umumnya lebih dari 3 bulan hingga bertahun-tahun). Sinusitis kronis gejalanya relatif sama dengan sinus akut, yang membedakan kalau sinus kronis selalu mengeluarkan cairan dari hidung secara terus menerus dan disertai dengan nanah. Jika tidak mendapatkan penanganan yang baik, setelah berlangsung 3 bulan, penyakit ini akan menjadi kronis. Disebut kronis apabila telah timbul jaringan atau polip pada sinus (rongga hidung). Dengan adanya polip maka hidung menjadi tersumbat dan akan muncul gangguan drainase, akibatnya pilek tidak kunjung sembuh karena cairan terhambat oleh polip, sehingga akhirnya cairan akan berbalik dan keluar melalui tenggorokan dengan warna seperti susu. Tidak heran jika kemudian akan menimbulkan seringnya keluar dahak.

Pengobatan Herbal
1). 10 gram jahe dan gula merah secukupnya direbus dengan 400 cc air bersih hingga tersisa 150 cc, kemudian saring airnya, dan kemudian air saringan tersebut digunakan untuk memblender 150 gram nanas yang telah dikupas kulitnya. Tambahkan cuka secukupnya, aduk hingga rata kemudian diminum sampai habis. Lakukan secara rutin setiap hari hingga benar-benar sembuh.
2). Daun lidah buaya (Aloe vera) secukupnya dikupas kulitnya kemudian dibikin jus. Kemudian teteskan jus lidah buaya kedalam lubang hidung sebanyak 2 tetes. Lakukan 2-3 kali sehari secara teratur.
3). 10 gram sambiloto Andrographis paniculata kering + 20 gram kunyit + 20 gram jahe + 90 gram daun lidah buaya (dikupas kulitnya), lalu direbus dengan 600 cc air bersih hingga tersisa 200 cc, kemudian disaring dan diminum. Lakukan rutin setiap hari hingga benar-benar merasa sembuh.

Semoga bermanfaat.

Sunday, January 9, 2011

Dua Tahun Lagi Ada Obat Batuk Dari Cokelat


Obat batuk berbahan baku kakao, yang juga bahan pembuat cokelat, diharapkan sudah beredar dua tahun lagi. Saat ini, ilmuwan telah mencapai tahap terakhir uji coba penggunaan.

Obat yang mengandung theobromine dari kakao dan disebut BC1036 ini dikembangkan perusahaan swasta Inggris SEEK. CEO Kesehatan Konsumen di SEEK Manfred Scheske mengatakan, “Saya sangat gembira mengumumkan perkembangan tahap terakhir BC1036, yang berpotensi memberi dampak besar pada perawatan penyakit batuk dan dapat meningkatkan kualitas penderita batuk."

Penggunaan theobromine merupakan upaya mengganti bahan obat batuk codeine, yang selama ini seringkali masih digunakan. Codeine atau 3-methylmorphine merupakan alkaloid atau senyawa kimia yang ditemukan dalam opium. Karena pertimbangan keselamatan konsumen, berbagap penelitian mengupayakan mencari pengganti codeine.

Biji kakao adalah bahan dasar pembuatan cokelat. Tapi, theobromine yang ada dalam kakao tidak memiliki rasa sehingga obat itu tetap dapat dikonsumsi orang yang tidak menyukai cokelat. Namun, belum ada kepastian dosis konsumsi cokelat untuk mengobati batuk.

Pohon kakao, Theobroma cacao, memiliki tinggi antara empat hingga delapan meter. Ada dua pendapat tentang awal persebaran kakao. Pendapat pertama menyebutkan pohon kakao berasal dari Meksiko dan kemudian menyebar ke daerah Amazon. Pendapat kedua menyatakan kakao awalnya ada di daerah Amazon dan kemudian menyebar ke Amerika Tengah dan dunia.

Indonesia adalah salah satu produsen kakao terbesar di dunia. Menurut data tahun 2008 dari Badan Pangan dan Agrikultur PBB (Food and Agriculture Organization/FAO), Indonesia merupakan produsen kakao terbesar kedua di dunia, setelah Pantai Gading. Namun, ketidakstabilan politik yang hingga kini masih terjadi di Pantai Gading membuat sejumlah pihak khawatir dengan pasokan kakao ke negara-negara konsumen, terutama negara-negara Eropa.

Telur Omega3 Berkhasiat Cegah Penyakit dan mencerdaskan otak Anak

Telur Omega3 berkhasiat cegah penyakit dan mencerdaskan otak anak. Jika anak Anda pengidap penyakit jangtung koroner atau ingin terhindar dari gejala penyakit tersebut, perbanyaklah mengkonsumsi telur yang satu ini. Telur yang ditemukan oleh peneliti institut pertanian Bogor, Jawa Barat ini bukan sembarang telur. Namanya telur Omega3 yang kaya akan decosahexaenoic acid atau DHA, suatu asam lemak yang sangat diperlukan oleh tubuh, diantaranya untuk meningkatkan kecerdasan otak anak, mencegah penyakit jantung koroner serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Menurut penemunya, Iman Rahayu Hidayati, telur berkhasiat tinggi ini dihasilkan dari ayam petelur yang sebelumnya diberikan makan dengan suplemen omega tiga selama tiga minggu berturut-turut. Suplemen omega tiga dibuat melalui proses pengemulsian dan dispersi dari bahan limbah perebusan ikan sarden. Ikan sarden diketahui mengandung banyak omega tiga, enam dan sembilan, serta memiliki kualitas yang bagus dibanding sumber omega tiga dari tanaman dengan ampas tahu sebagai filler.

Hasilnya sungguh luar biasa, dengan konsentrasi tersebut jumlah asam lemak
omega tiga dalam telur meningkat sebanyak sepuluh kali lipat dari telur biasa tanpa suplemen omega tiga. Sebagai perbandingan, kandungan eicosa pantoneoic acid atau EPA dan decosahexaenoic acid atau DHA dari setiap 100 gram telur yang dihasilkan dari ayam petelur yang diberi makan mengandung omega tiga sebesar 404 miligram dan 2816 miligram. Sedangkan kandungan yang sama yang dihasilkan dari ayam petelur yang tidak diberi suplemen omega tiga, jauh lebih rendah hanya 166 miligram dan 239 miligram. Begitu juga kandungan kolesterolnya, setiap 100 gram telur yang dihasilkan dari ayam yang diberi suplemen omega tiga, 50 persen lebih rendah, yakni sebesar 147 miligram, sedang telur non omega tiga sebesar 295 miligram.

Perbedaan lainnya secara fisik dibanding telur biasa, telur kaya Omega3 jika dipecah warna kuning telurnya lebih merah, dan banyak disukai konsumen untuk pemilihan jenis makanan tertentu. Begitu juga jika dipisahkan dari putihnya dan diangkat, kuning telur kaya omega tiga jika ujung permukaannya diangkat menggunakan dua jari dapat bertahan selama sepuluh hingga lima belas menit, karena memiliki selaput luar dan kuning telur lebih tebal, berbeda dengan telur biasa yang tidak dapat bertahan lama, segera jatuh dan pecah.
Telur kaya Omega3 yang diteliti oleh peneliti Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor sejak tahun 1955 ini, hingga saat ini masih belum diberi nama oleh penemunya.

Informasi “bikin cerdas” ini tidak sepenuhnya salah karena kandungan omega dalam telur Omega3 memang 15 kali lipat lebih tinggi dibanding telur biasa. Mengapa demikian? Tak lain karena untuk menghasilkan produk telur yang kaya akan kandungan asam lemak Omega3, makanan ayam petelurnya pun khusus. Asam lemak Omega3 memang sangat penting untuk kecerdasan. Itulah sebabnya, telur Omega3 sangat baik dikonsumsi anak balita. Namun, harus diingat, kecerdasan seorang anak tidak hanya dipengaruhi faktor nutrisi, tapi juga ditentukan oleh faktor genetik dan sejauh mana stimulasi yang diberikan lingkungannya. Ketiga faktor ini saling menguatkan satu sama lain.

Selain itu, telur jenis ini juga memiliki kandungan kolesterol yang rendah. Ini karena kandungan telur Omega3 antara lain lemak tak jenuh yang mampu menurunkan kadar kolesterol. Perlu diketahui, kadar kolesterol yang tinggi berpotensi menimbulkan sumbatan pada pembuluh darah. Sumbatan inilah yang akan menyebabkan terjadinya serangan jantung maupun stroke. Hingga tidak berlebihan bila dikatakan telur Omega3 merupakan pilihan makanan yang sangat cocok untuk mencegah penyakit jantung. Kandungan Omega3-nya pun mampu memperkuat otot-otot jantung.

Saturday, January 8, 2011

Jenis suplemen efektif untuk kesehatan tubuh

Pelajari suplemen A sampai Z yang dapat membantu Anda untuk membentuk massa otot ketika Anda tidur.

Jika tujuan Anda setiap hari ke tempat fitnes adalah membentuk otot, maka sudah pasti Anda mengetahui harus mendapat asupan protein yang cukup dan sering. Anda juga pasti sudah mengetahui harus mendapatkan tidur yang cukup, sekitar 7 – 9 jam setiap harinya agar otot dapat berkembang dengan baik. Karena pada saat tidur, kadar hormon pertumbuhan Anda atau yang disebut dengan growth hormone (GH) memuncak. Tetapi pada saat Anda tidur, ada jeda yang cukup lama ketika tubuh tidak mendapat asupan protein yang cukup. Apakah Anda bisa tidak makan 7 – 9 jam di pagi hari setelah latihan berat? Tentu tidak kecuali Anda ingin badan terlihat seperti pelari maraton daripada binaragawan.





Ketika tubuh tidak mendapatkan makanan apapun selama Anda tidur, tubuh akan memasuki fase kelaparan. Oleh karena itu, tubuh menjadi terpacu untuk mengambil asam amino dari protein otot Anda untuk diubah menjadi glukosa yang akan digunakan sebagai sumber energi organ-organ penting lainnya. Walaupun ada atlit yang makan di tengah malam untuk mencegah hal ini. Ada cara yang lebih mudah untuk mengatasinya hal ini. Konsumsilah beberapa suplemen di bawah ini untuk mencegah penyusutan otot dan memacu pertumbuhan otot ketika Anda tidur.

* · Protein Kasein
* · Flaxseed Oil
* · Arginine
* · Glutamine
* · ZMA

Thursday, September 30, 2010

AGAR LUKA CEPAT SEMBUH, GUNAKAN CHITOSAN CANGKANG KEPITING


Cangkang kepiting dan udang yang diproses menjadi chitosan, dapat dimanfaatkan untuk mempercepat penyembuhan luka secara efektif, kata peneliti dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Aditiya Pramudya. "Cangkang tersebut melalui proses deprotenisasi diolah menjadi kitin hingga akhirnya menjadi chitosan, yang ternyata efektif mempercepat proses epitelisasi, kolagenisasi, menghentikan perdarahan, dan mencegah infeksi," katanya, di Yogyakarta, Jumat.


Menurut dia, salep yang mengandung chitosan mampu menyembuhkan luka dengan waktu lebih cepat dibandingkan dengan salep tanpa chitosan. Salep chitosan juga menghasilkan penyembuhan yang kuat karena mampu menebalkan kolagen, sehingga kulit tidak mudah iritasi kembali. "Penggunaan salep chitosan menghasilkan jumlah fibroblas paling sedikit. Hal itu menunjukkan chitosan telah menghasilkan penyembuhan sempurna karena semakin sempurna penyembuhan suatu luka, semakin sedikit jumlah fibroblasnya, sehingga luka tidak berbekas," katanya.


Ia mengatakan, dipilihnya chitosan karena Indonesia sebagai negara maritim memiliki hasil laut, termasuk kepiting dan udang yang melimpah. Saat ini banyak warga yang hanya memanfaatkan daging kepiting dan udang, tetapi membuang cangkangnya. Akibatnya, menurut dia, cangkang hanya menjadi limbah dan tidak terpakai. Limbah itu dapat dimanfaatkan untuk membuat salep dari chitosan. "Sebagai salep, chitosan juga tidak berbahaya ketika tertelan atau tercampur dalam makanan. Salep itu juga tidak berbau amis karena telah melalui proses demineralisasi," katanya.


Ia mengatakan, prevalensi masyarakat untuk menderita luka terbuka sangat tinggi. Namun, dalam pengobatannya sebagian besar dari mereka menggunakan antiseptik yang membutuhkan waktu lama dan belum sempurna. "Untuk itu, penelitian tersebut berupaya mengembangkan salep yang mampu menyembuhkan luka dengan waktu lebih cepat dan efektif," katanya.


Menurut dia, penyembuhan luka merupakan proses usaha untuk memperbaiki kerusakan jaringan. Orang berharap mencapai penyembuhan luka secara cepat, berfungsi optimal, dan hasil bagus. "Luka yang diderita orang pada umumnya disebabkan adanya trauma benda tumpul atau tajam, sengatan listrik, ledakan, dan gigitan hewan," katanya.


Monday, August 30, 2010

OMEGA- 3 TIDAK BANYAK MEMBANTU PASIEN JANTUNG

Memakan lebih banyak makanan kesehatan jantung Omega-3 tidak memberikan manfaat tambahan terhadap korban serangan jantung yang sudah mendapatkan perawatan yang baik.

Para peneliti di Belanda melaporkan, setelah hampir 3 1/2 tahun, tidak ada perbedaan dalam kematian, serangan jantung dan masalah jantung lainnya, antara mereka yang memakan mentega dengan menambahkan asam Omega-3 dibandingkan mereka yang tidak memakannya.

Hasil penelitian ini tidak berarti bahwa mendapatkan lebih banyak nutrisi esensial tidak memiliki nilai plus. Beberapa studi telah menawarkan bukti bahwa sebagian besar dari minyak ikan bisa mengurangi penyakit jantung.

Tapi bagi pasien jantung yang dirawat dengan hati-hati "menambahkan sedikit asam Omega-3 tampaknya tidak membuat perbedaan," kata Alice Lichtenstein, profesor nutrisi dari Tufts University, yang tidak terlibat dalam penelitian.

Omega-3 diperkirakan membantu mengurangi risiko denyut jantung yang abnormal, memperlambat pertumbuhan plak yang dapat menyumbat pembuluh darah, dan lemak berbahaya yang lebih rendah disebut trigliserida.

Dalam beberapa tahun terakhir, Omega-3 telah ditambahkan ke beberapa makanan seperti mentega dan telur, atau label makanan khusus mengandung Omega-3 seperti ikan tuna. "Sekarang mereka muncul di tempat yang tak terduga," kata Lichtenstein.

Dua jenis Omega-3 berasal dari ikan liar berminyak seperti salmon, makarel dan tuna. Jenis ketiga berasal dari tanaman; termasuk kenari, biji rami, kedelai, dan minyak canola.

"Ini merekomendasikan orang makan satu atau dua porsi ikan per minggu," kata pemimpin studi tersebut, Daan Kromhout dari Wageningen University di Belanda.

"Hasil percobaan ini tidak mengubah itu," katanya yang mencatat bahwa tidak ada efek samping berbahaya. "Ini masih merupakan hal yang baik untuk makan ikan sekali atau dua kali seminggu."

Peserta penelitian itu adalah orang-orang yang mengambil obat terbaik untuk mencegah gangguan jantung di masa depan, dan bisa menambahkan dosis-rendah dari Omega-3 yang tidak menawarkan perlindungan ekstra, kata para peneliti.

Para relawan juga lebih tua dan memasuki tahun studi setelah serangan jantung mereka. Berbeda dengan pasien jantung dalam penelitian sebelumnya yang melakukan manfaat dengan mengambil pil minyak ikan.

Temuan itu disajikan di pertemuan Masyarakat Kardiologi Eropa di Stockholm dan diterbitkan secara online oleh New England Journal of Medicine.

Untuk penelitian ini, Kromhout dan rekan-rekannya merekrut 4.837 korban serangan jantung di Belanda yang berusia antara 6-80 tahun. Mereka secara acak memakan salah satu dari empat jenis mentega-mentega biasa atau yang dengan tambahan Omega-3 yang berasal dari ikan, tanaman, atau keduanya.

Kromhout mengatakan mereka menggunakan mentega karena lebih mudah daripada minyak ikan suplemen untuk membuat semua versi tampilan dan rasa identik. "Rata-rata, pasien menyantap sekitar empat sendok teh (18,8 gram) mentega tiap hari, yang diletakkan pada roti saat makan," kata Kromhout.

Selama 3 1/2 tahun mereka diobservasi, 671 pasien atau 14% memiliki masalah jantunng. Tidak ada perbedaan antara sejumlah kelompok yang tidak peduli dengan mentega yang mereka makan.

Dr Stephen Kopecky, seorang ahli jantung di Mayo Clinic di Rochester, Minn, mengatakan mungkin masalah terlalu sedikit, terlalu terlambat, dosis kecil dan pasien terdaftar bertahun-tahun setelah serangan jantung awal mereka rata-rata empat tahun.

"Jika Anda menunggu terlalu lama, kadang-kadang Anda kehilangan hal yang menguntungkan mereka," katanya. Ia mengatakan pasien jantungnya mengambil 1.000 miligram minyak ikan setiap hari. "Manfaat yang berpotensi sangat besar, bahwa kita cenderung menempatkan pasien di atasnya cukup sering," katanya.

Sejak hasil penelitian terhadap para korban serangan jantung di Belanda, Lichtenstein mengatakan, masih tidak diketahui apakah Omega-3 dapat melindungi pasien terhadap serangan jantung pertama atau membantu pasien yang tidak mendapatkan perawatan yang baik.

Penelitian ini didanai oleh Yayasan Jantung Belanda dan Lembaga Kesehatan Amerika Serikat. Unilever menyediakan mentega yang diperkaya omega-3

Friday, August 13, 2010

INILAH 46 OBAT TRADISIONAL YANG DINYATAKAN BERBAHAYA


Sebanyak 46 produk obat tradisional atau jamu ditemukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengandung bahan kimia obat (BKO) dengan dosis tinggi.

Oleh karena itu, BPOM memperingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi produk-produk tersebut karena termasuk dalam kategori zat yang berbahaya bagi tubuh.

"Ada obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat. Kemungkinan obat tradisional tersebut dicampur dengan bahan-bahan kimia," ujar Kepala BPOM RI Kustantinah di kantornya, Jumat (13/8/2010).

Bahan kimia obat, lanjutnya, adalah kategori obat keras. Biasanya, di dalam obat ada takaran atau dosisnya karena kalau obat-obat itu lebih dari dosisnya, maka akan berdampak pada kesehatan.

"Akan tetapi, obat tradisional atau jamu yang mengandung BKO ini dosis bahan kimianya bisa lebih tinggi dari obat biasa," ujarnya.

Apabila masyarakat mengonsumsi obat tradisional atau jamu yang mengandung BKO tersebut, akan mengalami risiko gangguan kesehatan serius, terutama pada lambung, lever, ginjal, dan hati. Bahkan, bisa berujung pada kematian.

Berdasarkan temuan BPOM dalam kurun waktu 10 tahun, obat-obat tradisional yang sering kali mengandung BKO adalah obat diet, obat kuat, obat rematik, dan obat penghilang rasa sakit.

"Padahal, obat tradisional harusnya herbal, tidak boleh sama sekali ada bahan kimia," ujar Kustantinah.

Inilah 46 produk jamu yang berbahaya menurut temuan BPOM :

8 produk yang nomor registrasinya dibatalkan:
1. Wei Yi Xin Kapsul
2. Gemuk Segar Eka Jaya No 1 serbuk
3. Keteling Jiaonang
4. Pegal Linu Eka Jaya No.2 serbuk
5. Pegal Linu Sari Widoro COD
6. Yin Chiao tablet
7. Gemuk Sehat Pusaka Raga Serbuk
8. Tenaga Sehat Pegal Linu serbuk

33 produk yang tidak terdaftar dan mencantumkan nomor izin palsu:
1. Asam Urat Flu Tulang Super kapsul
2. Asam Urat Flu Tulang Super tablet
3. Buah Delima Darah Tinggi kapsul
4. Buah Delima kapsul
5. Gajah Kuat tablet
6. Gemuk Sehat untuk Pria dan Wanita Jati Sehat
7. Obat Gatal-Gatal (Eksim) Brantas kapsul
8. Obat Kuat Tongkat Mesir serbuk
9. Pakar Jaya Asam Urat si Tangkur Serbuk
10 Power Sex kapsul
11. Serbuk Brastomolo
12. Top Jaya Sakti kapsul
13. Torpedo serbuk
14. Walet Mas serbuk
15. Yunang kapsul
16. Chang San serbuk
17. Flu Tulang serbuk
18. Puji Sehat Gemuk Sehat serbuk
19. Sukma Perkasa Asam Urat serbuk
20. Asam Urat+Flu Tulang Ramuan Mahkota Dewa kapsul
21. Kammasutera serbuk
22. Pegal Linu dan Asam Urat Montalin kapsul
23. Godong Ijo kapsul
24. Buah Merah Khusus Pria dan Wanita kapsul
25. Pa’e Obat Kuat dan Tahan Lama kapsul
26. Kuat Jantan Obat Kuat dan Tahan Lama kapsul
27. Akar Jawa China kapsul
28. Pegal Linu Rheumatik Asam Urat untuk Pria
29. Wanita Kuat Sentosa serbuk
30. Multi Guna Kaler untuk Pria dan Wanita serbuk
31. Asam Urat Kaler untuk Pria dan Wanita serbuk
32. Samurat Extra untuk Pria dan Wanita serbuk
33. Asam Urat Nyeri Tulang Pengapuran kapsul

5 produk obat tradisional yang tidak terdaftar:
1. 5X Lebih Dahsyat Obat Kuat dan Tahan Lama tablet
2. On-Top kapsul
3. Linzhe Ba Zi Hu Zin Lin tablet
4. New Happy Strong kapsul
5. Morinda Extra Ginseng kapsul


kompas.com

Friday, August 6, 2010

MENCEGAH KUTIL KELAMIN DENGAN VAKSIN HPV


Vaksin human papillomavirus (HPV) ternyata tidak hanya mencegah infeksi penyakit menular seksual seperti kanker serviks, tapi juga mencegah timbulnya kutil kelamin dan gangguan pertumbuhan serviks.

Ada lebih dari 100 tipe HPV, tetapi hanya belasan yang menimbulkan kanker. Sisanya merupakan HPV yang kurang berbahaya penyebab kutil di alat kelamin serta papillomatos atau tumor di saluran pernapasan.

Setiap tahunnya virus HPV menyebabkan 500.000 kasus kanker serviks pada wanita di seluruh dunia. Sementara itu kutil di area vagina dan pertumbuhan serviks skala rendah setiap tahunnya diderita oleh lebih dari 30 juta orang secara global.

Studi terkini mengenai vaksin HPV dilakukan secara acak terhadap 17.622 perempuan di 24 negara. Para partisipan yang berusia 16-26 tahun itu mendapatkan vaksin atau plasebo selama enam bulan.

Joakim Dillner, peneliti dari Swedia dan timnya menemukan bahwa vaksin HPV juga memberi perlindungan yang signifikan terhadap munculnya kutil dan tumor. "Vaksin ini memberi perlindungan yang berkelanjutan hingga empat tahun melawan berbagai tipe kutil," katanya.

Sebelumnya berbagai penelitian telah menunjukkan vaksin HPV aman dan bisa ditoleransi tubuh. Vaksin HPV saat ini baru ditujukan untuk wanita dan telah terbukti mampu mengurangi penyebab kematian terbesar pada perempuan.


kompas.com

Wednesday, August 4, 2010

WAH..HARGA OBAT GENERIK DI INDONESIA PALING MAHAL SE-ASEAN


Harga obat generik yang diproduksi di Indonesia tergolong sangat mahal. Bagaimana tidak? Banyak obat generik di Indonesia yang sengaja dikemas dan dipasarkan serta diberi merek tertentu layaknya obat "paten" sehingga muncullah istilah obat generik bermerek.

Tak ayal, harga "obat generik bermerek" di Indonesia tergolong termahal se-ASEAN, bahkan kabarnya di dunia. Oleh karena itu, untuk mengatasi persoalan harga jual obat yang semakin tak terkendali di Indonesia, diperlukan pengaturan yang tegas mengenai harga jual obat generik oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI.

Demikian diungkapkan oleh Prof Dr Hasbullah Thabrany, MPH, Dr PH dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) saat ditemui dalam diskusi IDI di Hotel Bidakara.

"Perlu ada aturan harga jual obat generik yang jelas. Jangan sampai masyarakat yang sudah pusing mencari ketersediaan obat generik yang "langka" di peredaran masih harus dipusingkan juga dengan adanya obat generik bermerek yang harganya tidak "generik", sangat mahal. Kasihan masyarakat kecil," ungkap Prof Dr Hasbullah.

Ia menambahkan, pembiayaan berbasis asuransi jaminan sosial nasional yang merupakan perintah Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN) merupakan cara yang paling baik untuk mengendalikan harga obat dan peresepan oleh dokter. Akan tetapi, cari itu sampai saat ini belum juga dilaksanakan oleh pemerintah sehingga harga obat belum dapat dikendalikan secara sistematis.



kompas.com

Wah... Obat "Serba Rp 1.000" Terancam Jadi Sampah


Biaya kesehatan yang terus meroket membuat pemerintah mengeluarkan obat murah serba Rp 1.000 yang merupakan obat generik bagi kalangan masyarakat kelas bawah. Namun, kehadiran obat Rp 1.000 pada praktiknya tidak diindahkan oleh masyarakat. Bahkan obat-obat ini tertumpuk percuma di gudang perbekalan.

"Sekarang persediaan Obat 1000 masih sangat banyak di gudang, sementara dua tahun lagi expired (kedaluwarsa), " kata Abdul Chalik Masulili, Staf Ahli Menteri Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Senin (2/8/2010) di sela-sela seminar Kebijakan Obat Indonesia yang Masih Belum Memihak Pasien: Contoh Kasus Generik.

Yang mengkhawatirkan adalah kesinambungan program obat Rp 1.000 tersebut. "Obat 1000 itu kan dipaket yang terdiri dari obat panas, obat maag, obat diare, dan lain-lain. Yang diharapkan, masyarakat yang sakit bisa langsung sembuh. Logikanya, kami pikir akan laku, ternyata tidak," kata Abdul.

Program obat murah serba Rp 1.000 diluncurkan pada 2007 saat Siti Fadilah Supari menjabat sebagai Menkes. Program itu merupakan pengadaan 20 jenis obat generik tak berlogo hasil kerja sama dengan BUMN produsen obat PT Indofarma.

Abdul menjelaskan, kegagalan program obat murah ini dipicu dua hal, yaitu persepsi masyarakat yang menganggap obat generik tidak menguntungkan dan rendahnya biaya untuk sosialisasi kepada masyarakat.

"Pada Obat 1000, karena biayanya murah, tidak ada biaya untuk iklan. Yang ada hanya iklan di awal saja (2007), sekarang sudah tidak ada," kata Abdul.

Abdul menilai, dukungan masyarakat terhadap kehadiran obat generik ini pun masih minim. "Misalnya, di supermarket dan di warung, mereka (penjual) tidak mau jual karena dianggap tidak seksi (menguntungkan). Mereka lebih suka menjual obat yang bermerek, seperti Bodrex dan Decolgen, yang harga jualnya Rp 5.000 sehingga pedagang bisa dapat keuntungan 15 persen dari harga obat. Harga itu jauh dengan harga obat generik yang hanya Rp 1.000," katanya.

Menurut Abdul, Departemen Kesehatan sedang berupaya mentransfer obat tersebut ke daerah. Namun, upaya ini gagal. "Tadinya ingin kami distribusikan ke pembangunan kesehatan masyarakat di daerah, tapi terkendala distribusi yang lebih mahal dari harga obatnya," kata Abdul.

Senada dengan Abdul, Direktur Bina Obat Publik dan Perbekalan Nasional Setiawan Soeparan menyatakan, "Obat generik (Obat 1000) adalah obat yang dikhususkan untuk masyarakat kelas bawah. Yang membuat adalah Indofarma, sementara untuk pemasarannya kami serahkan kepada mereka. Namun, tetap banyak yang tidak mau beli," kata Setiawan.

Menurut dia, apabila tidak bisa digunakan, maka Obat 1000 akan terbuang percuma. Dengan kata lain, program pemerintah meningkatkan kualitas kesehatan melalui program obat murah tidak berjalan secara efektif.



KOMPAS.COM