Showing posts with label Ibu dan Anak. Show all posts
Showing posts with label Ibu dan Anak. Show all posts

Thursday, January 27, 2011

Awas, Hati-hati Vitamin Bisa Bikin Si Kecil Jadi Kurus


Siapa bilang vitamin bisa menambah nafsu makan? Justru vitamin bisa bikin si kecil makin kurus kalau kelebihan.

Hati-hati, pemberian vitamin secara berlebih dapat menimbun vitamin tersebut dalam tubuh si kecil hingga timbul efek samping, terutama golongan vitamin yang tidak larut dalam air, seperti vitamin A, D, E, dan K.

"Kelebihan vitamin A bisa mengakibatkan kepala jadi pusing-pusing," kata Dr Najib Advani, SpAK, MMed, Paed dari bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Bahkan, vitamin yang larut dalam air pun, semisal vitamin C, juga tidak boleh diberikan dalam dosis tinggi. "Kelebihan vitamin C menimbulkan batu pada ginjal, di samping mengakibatkan iritasi lambung hingga lambung terasa perih. Apalagi, jika pemberiannya dalam jangka waktu lama, anak jadi memiliki ketergantungan pada vitamin C. Istilah kedokterannya, rebound," katanya.

Itulah mengapa, dokter sangat "pelit" kala dimintai resep vitamin sekalipun vitamin si kecil yang dulu ia resepkan sudah habis. Soalnya, pemberian vitamin untuk bayi dan anak memang tidak dianjurkan buat seumur hidup.

Tidak menambah nafsu makan

Umumnya, orangtua memberikan vitamin bagi bayi untuk tujuan menambah berat badan karena vitamin dipercaya bisa menambah nafsu makan. Bahkan, saking vitamin dianggap mujarab mengatasi anak sulit makan, sering terjadi orangtua setengah memaksa dokter agar memberikan vitamin sekalipun pola makan anaknya sudah bagus dan badannya juga gemuk.

Padahal, tidak ada satu pun vitamin yang berkhasiat menambah nafsu makan secara langsung sekalipun saat si kecil tidak mau makan lantaran sakit dan dokter memberinya vitamin. Selain itu, juga bukan karena vitamin tersebut bisa menambah nafsu makan, melainkan agar asupan gizi si kecil tidak kurang. "Kecuali jika bayi kekurangan vitamin B kompleks karena dampaknya memang bikin orang jadi kurang nafsu makan," katanya.

Jadi, jangan percaya omong kosong yang mengatakan vitamin dapat menambah nafsu makan. Jangan pula menganggap, semakin gemuk bayi berarti semakin bagus. Justru bila si kecil yang sudah kurus kerap dikasih vitamin, sementara tubuhnya enggak kekurangan vitamin, barulah kita boleh merasa malu.

Jangan lupa, kelebihan vitamin bisa menyebabkan iritasi lambung. Akibatnya, si kecil malah jadi tidak mau makan. Bila sudah begitu, bukan berat badan bertambah, melainkan tubuh menjadi semakin kurus. "Nah, ini, kan, sama saja kita merawatnya dengan tidak baik. Bukan begitu," katanya.

Konsultasi dokter

Lagi pula, sebagai orang awam, agak sulit buat kita mendeteksi si kecil kekurangan vitamin atau tidak, apalagi pada kasus yang tidak terlalu berat (marjinal). Selain itu, ciri kekurangan vitamin harus pula dilihat kasus per kasus. Kekurangan vitamin A, misalnya, "biasanya di bagian putih mata akan terlihat keruh. Bila didiamkan, lama-lama akan timbul bercak," kata Najib.

Kekurangan vitamin A juga bisa membuat si kecil sering mengalami infeksi, semisal radang tenggorokan. "Bukan berarti bila si kecil mengalami radang tenggorokan, ia kekurangan vitamin A, lho. Jadi, jangan dibalik, ya, Bu, Pak," katanya.

Soal berat badan juga bukan ukuran mutlak anak kekurangan vitamin. "Memang, sering berat badan anak yang kurang vitamin juga kurang. Namun, enggak bisa dibalik bahwa anak yang kurus berarti kurang vitamin," katanya. Metabolisme tubuh anak-anak yang kekurangan vitamin, kata Najib, juga kurang baik hingga berat badannya berkurang.

Jadi, yang terbaik tentulah berkonsultasi lebih dulu dengan dokter, apakah si kecil memang perlu vitamin. "Biasanya dokter akan melihat dulu pola makannya. Jika sudah bagus, ya, enggak perlu vitamin," katanya. Misalnya, bayi yang mengonsumsi ASI. "Bila gizi ibu cukup dan asupan vitaminnya pun baik, berarti bayinya tak mutlak perlu vitamin tambahan. Diharapkan, dari ASI kebutuhan bayi sudah terpenuhi," ucapnya.

Begitu pula bayi yang mengonsumsi susu formula, "bila susu formulanya sudah mengandung vitamin dengan kadar yang cukup berdasarkan recommended daily allowances atau kebutuhan tiap hari bayi, bayi tidak perlu tambahan vitamin," katanya. "Namun, dengan catatan, pola menyusunya juga baik,lho," katanya lagi.

Jikapun si kecil kurus dan sulit makan, dokter juga tidak akan langsung memberi vitamin, tetapi melihat kasusnya dulu. Si kecil yang tidak suka makan sayur dan buah, misalnya, berarti ia butuh vitamin C. Nah, vitamin C inilah yang diberikan.

Empat kondisi

Umumnya, dokter memberikan vitamin kepada bayi bila mengalami salah satu atau lebih dari empat kondisi berikut:

1. Pola makannya tidak bagus.

Kadang bayi mau makan atau minum susu, tapi kadang tidak. Misalnya, bayi usia empat bulan tak menyusu dengan baik, padahal di usia ini ia belum memperoleh makanan tambahan. Jelas ia butuh vitamin. Namun, vitamin apa yang dibutuhkannya, dokterlah yang lebih tahu.

2. Saat sakit atau baru sembuh dari sakit.

Dalam kondisi ini, bayi perlu vitamin. Biasanya bayi yang baru sakit kurang nafsu makan dan kebutuhan vitaminnya pun meningkat. Jadi, agar asupan gizinya cukup, ia boleh menerima vitamin. Setelah sehat kembali, pemberian vitamin dihentikan.

3. Berat badan rendah.

Bayi dengan berat badan rendah atau kurang dari 2,5 kilogram juga perlu tambahan vitamin. Berat badan rendah bisa disebabkan bayi lahir prematur (belum cukup bulan). Biasanya bayi prematur kekurangan zat besi hingga yang dibutuhkan adalah suplemen zat besi. Di pasaran sebenarnya ada formula khusus untuk bayi prematur. Ini bisa diberikan hingga vitamin tidak mutlak perlu.

Lain hal pada bayi lahir cukup bulan tapi kecil. Bayi ini jelas perlu tambahan vitamin. Biasanya bayi kecil yang lahir cukup bulan tapi kecil ini disebabkan ada masalah di plasenta ketika bayi masih di kandungan, hingga suplai makanan dari ibu ke janin kurang bagus. Maka, ia lahir dengan berat badan rendah.

4. Tak terkena sinar matahari.

Bayi yang tak terkena sinar matahari butuh vitamin, khususnya suplemen vitamin D. Namun, kasus ini biasanya terjadi di negara empat musim. Ketika musim dingin tiba, bayi tidak bisa dibawa keluar karena bisa kedinginan dan matahari pun jarang ada.

Di dalam kulit, kata Najib, ada bahan untuk membuat vitamin D. Namun, untuk memproduksi vitamin D, kulit perlu terkena sinar matahari dulu. "Jadi, bila tak ada sinar matahari, proses tersebut tak bisa berlangsung," katanya.

Di negeri kita tentulah jarang sekali terjadi bayi kekurangan vitamin D. Bukankah negeri kita kaya akan sinar matahari? Terlebih lagi, ibu-ibu Indonesia biasanya kerap menjemur bayinya di waktu pagi kala mentari baru menampakkan dirinya.

Kebutuhan mineral

Selain vitamin, pemberian mineral pun tak boleh berlebihan. Bila gigi si kecil tak jua erupsi, misalnya, jangan buru-buru memberinya suplemen kalsium karena belum tentu ia membutuhkannya. Lagi pula, usia normal erupsi gigi antara 6 dan 12 bulan. Toh, ini pun bukan patokan pasti karena ada juga bayi yang sudah erupsi di usia lebih awal semisal empat bulan. Pasalnya, kata Najib, erupsi gigi juga dipengaruhi faktor bawaan anak.

Jadi, bila si kecil menyusunya bagus dan makannya pun baik tetapi ia belum juga mengalami erupsi gigi, berarti ia tak butuh tambahan kalsium. Bukankah kebutuhannya akan kalsium sudah dipenuhi dari susu? Jangan lupa, susu kaya akan kalsium. Sebaliknya, bila si kecil sudah erupsi gigi tetapi minum susunya kurang, ia jelas butuh suplemen kalsium.

Tentu bukan hnay kalsium. Mineral lain seperti fosfor dan fluor pun tak boleh berlebihan. Fluor, misalnya, penting untuk kekuatan gigi. Asupan fluor didapat dari air minum. Bila kadar air minum kurang dari 0,3 PPm (part per million), dibutuhkan suplementasi fluor, bisa dalam bentuk tablet atau multivitamin. Namun, bila kadarnya sudah 0,3 PPm atau lebih, "tambahan fluor jelas tak diperlukan lagi," katanya. [KOMPAS.com

Wednesday, January 26, 2011

iTernyata Anak Laki-Laki Paling Tidak Siap Menghadapi Perceraian Orangtua


Perceraian yang dilakukan oleh orangtua pasti akan berdampak pada anak-anaknya. Tapi studi terbaru menunjukkan efek perceraian akan lebih mempengaruhi anak laki-laki dibanding perempuan.

Anak laki-laki yang belum berumur 18 tahun biasanya lebih terpukul menghadapi perceraian orangtua dan lebih besar berpikir untuk melakukan hal-hal negatif.

Studi yang dilaporkan dalam jurnal Psychiatric Researchmencatat anak laki-laki yang kurang 18 tahun berpikiran ingin bunuh diri 3 kali lipat ketika orangtuanya bercerai. Sedangkan perempuan hanya 2 kali lipat yang berpikiran seperti itu.

Selama ini diketahui bahwa perceraian kemungkinan memiliki dampak yang lebih besar pada anak perempuan dibanding laki-laki karena perempuan cenderung lebih rentan terhadap pikiran depresi dan bunuh diri. Namun hasil studi justru menunjukkan hal sebaliknya.

Dr Esme Fuller-Thompson dari University of Toronto menuturkan dalam kebanyakan kasus perceraian, seorang ibu memperoleh hak asuh terhadap anak-anaknya dan kurang melakukan kontak teratur dengan ayahnya. Kondisi ini akan mempengaruhi emosional dan juga perkembangan anak terutama bagi anak laki-laki.

"Hilangnya peran laki-laki untuk anak akan mempengaruhi kesejahteraannya. Figur ayah yang positif sangat penting bagi anak laki-laki dalam hal mengembangkan identitas gender, belajar cara mengatur emosi dan meningkatkan kesehatan mentalnya," ungkapnya, seperti dikutip dari NYTimes, Rabu (26/1/2011).

Dr Fuller-Thompson menambahkan umumnya anak laki-laki lebih banyak bungkam dan menyimpan sendiri kesedihannya, sedangkan anak perempuan lebih mungkin untuk mengungkapkannya.

Selain itu laki-laki cenderung enggan untuk meminta bantuan sehingga ia lebih rentan terhadap penyalahgunaan narkoba atau pikiran bunuh diri.

"Laki-laki selalu disosialisasikan untuk menjadi kuat dan bukan untuk menunjukkan kelemahan atau perasaannya, karenanya ia lebih banyak diam," ujar Dana Alonzo, asisten profesor dari Columbia University School of Social Work.

Efek dari perceraian yang dilakukan oleh orangtua bisa berpengaruh terhadap anak-anak, seperti menimbulkan stres, kesehatan fisik dan mental yang memburuk, kesulitan di sekolah dan berpengaruh pada penurunan potensi penghasilannya saat dewasa. Selain itu anak-anak dari perceraian cenderung memiliki tingkat kepercayaan yang rendah terhadap pernikahan.

detikhealth

Tuesday, January 11, 2011

Jadi Perokok Pasif, Anak Bisa Hipertensi


Anak-anak yang hidup dengan orangtua yang perokok berisiko lebih besar menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi meski mereka masih kecil. Padahal, hipertensi pada anak bisa berlanjut hingga mereka beranjak dewasa.

Dalam situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) disebutkan, hipertensi pada anak adalah suatu keadaan tekanan darah sistolik dan atau diastolik rata-rata berada pada persentil besar sama dengan 95 menurut umur dan jenis kelamin, yang dilakukan paling sedikit tiga kali pengukuran.


Hipertensi pada anak dibagi dua kategori, yaitu hipertensi primer bila penyebab hipertensi tidak dapat dijelaskan. Hipertensi ini biasanya berhubungan dengan faktor keturunan, masukan garam, stres, dan kegemukan. Sedangkan hipertensi sekunder terjadi akibat adanya penyakit lain yang mendasarinya, misalnya penyakit ginjal.

Dalam riset terbaru yang dipimpin Dr Giacomo D Simonetti dari Children's Hospital Universitas Bern, Swiss, disebutkan bahwa menjadi perokok pasif merupakan salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi pada anak.

Dalam penelitiannya, Simonetti dan timnya menguji data pada 4.236 anak laki-laki dan perempuan berusia 5-6 tahun yang tinggal di bagian barat daya Jerman. Sekitar 29 persen ayah anak-anak tersebut dan 21 persen ibu mereka adalah perokok. Sebanyak 12 persen anak juga memiliki kedua orangtua yang merokok.

Setelah menghitung faktor penyakit jantung lain, seperti berat badan saat lahir, kelahiran prematur atau orangtua yang hipertensi, para peneliti menemukan bahwa orangtua yang merokok merupakan faktor independen terhadap kejadian hipertensi pada anak-anak tersebut.

Penelitian juga menemukan anak yang ibunya merokok memiliki dampak yang lebih buruk pada tekanan darahnya dibanding jika terpapar dari asap rokok ayahnya.

"Pencegahan penyakit kardiovaskular pada usia dewasa bisa dimulai sejak usia anak-anak dengan menghindari faktor risikonya, termasuk menghindari paparan asap rokok. Konsekuensinya bisa berlangsung jangka panjang," kata Simonetti.

source

Monday, January 10, 2011

Saat si Putri Anda Dapat Menstruasi Pertama


Jakarta, Pubertas pada remaja putri ditandai dengan datangnya menstruasi pertama. Meski merupakan proses yang alamiah, pengalaman yang baru pertama kalinya terjadi seumur hidup sering membuat panik sehingga perlu dipersiapkan dengan baik.

Kebanyakan remaja mendapatkan menstruasi pertamanya pada usia 12-14 tahun, meski perbedaan kondisi hormonal bisa menyebabkan beberapa remaja mendapatkannya lebih awal atau bahkan lebih lambat. Peristiwa ini sekaligus menandai mulai berfungsinya organ-organ reproduksi.

Dikutip dari Livestrong, Senin (10/1/2011), berikut ini beberapa hal yang bisa dipersiapkan oleh remaja putri menjelang datang bulan untuk pertama kalinya.

1. Amati tanda-tandanya
Mengenali gejala-gejala pubertas sedikit banyak akan membantu mengantisipasi datangnya menstruasi pertama. Mulailah membawa pembalut dan sejenisnya jika rambut-rambut halus mulai tumbuh di kemaluan, buah dada mulai tumbuh dan ada perubahan-perubahan lain pada bentuk tubuh.


Masa pubertas juga menjadi masa yang tepat untuk mempelajari kesehatan reproduksi, sebab pada masa itulah organ-organ kewanitaan mulai berfungsi dengan baik. Bekal pengetahuan dapat membantu mencegah berbagai masalah yang berhubungan dengan kebersihan organ kewanitaan maupun masalah yang lebih berat termasuk kehamilan yang tidak diinginkan dan penularan penyakit.

2. Siapkan kebutuhan
Beberapa remaja putri mendapatkan menstruasi pertamanya di sekolah, sehingga remaja dianjurkan menyimpan pembalut atau sejenisnya di tas untuk mengantisipasi saat-saat yang tidak terduga. Tidak ada salahnya juga membawa lebih lebih dari 1, siapa tahu ada teman sekelas yang mendapatkan menstruasi petamanya pada saat yang bersamaan.

3. Kenali gejala pramenstruasi
Beberapa perempuan tidka merasakan gejala apapun sebelum datang bulan, namun sebagian besar mengalami sindrom pramenstruasi. Karena itu jangan panik jika sesaat menjelang menstruasi perut terasa nyeri atau kram, kepala pening dan emosi tidak stabil. Ambil sebutir tablet pereda nyeri jika memang gejala itu sudah tak tertahankan.

4. Siapkan pakaian ganti
Apabila pembalut tidak sanggup menampung darah yang dikeluarkan, flek atau bercak merah akan muncul rok atau celana. Pakaian ganti perlu dipersiapkan sebagai rencana candangan jika ternyata volume darah tidak sesuai perkiraan. Untuk menghadapi menstruasi pada siklus berikutnya, pilih pembalut yang paling sesuai dengan kebutuhan.

5. Bentuk satu kelompok dengan teman sebaya
Menstruasi pertama pada setiap individu bisa terjadi pada usia yang berbeda-beda, namun pada teman sebaya ada kecenderungan lebih besar untuk mengalaminya dalam waktu berdekatan. Bentuk satu kelompok dengan tujuan yang sama, yakni saling mendukung dan berbagi pengalaman soal menstruasi pertama yang mungkin masih terasa canggung untuk diceritakan pada orang yang lebih dewasa


source

Manfaat Makan Ikan Untuk Ibu Yang Lagi Hamil

Wanita yang mengonsumsi ikan semasa hamil berpotensi lebih tinggi melahirkan anak cerdas. Tapi ingat, perhatikan porsinya dan pilih ikan yang rendah merkuri. Makanan merupakan salah satu aspek esensial menuju kehamilan yang sehat. Pasalnya, makanan yang dikonsumsi sebelum dan selama hamil akan berperan mempersiapkan tubuh dalam menunjang pertumbuhan janin. "Makanan yang baik merupakan awal bagi pertumbuhan janin yang sehat," ujar spesialis kebidanan dan kandungan dari FKUI/RSCM Jakarta, Dr dr Dwiana Ocviyanti SpOG(K).

Janin ataupun bayi yang sehat tak hanya diindikasikan dari peningkatan berat dan kelengkapan organ fisiknya. Tak kalah penting adalah aspek kecerdasan mental dan otaknya. Salah satu nutrisi yang dianggap sebagai makanan sehat bagi otak adalah asam lemak omega 3 yang banyak terkandung dalam ikan. Itulah sebabnya, ibu hamil (bumil) disarankan memasukkan ikan dalam daftar menu makanannya untuk mengoptimalkan potensi otak janin dalam kandungannya. Di sisi lain, ikan tak sepenuhnya aman karena bisa jadi di dalam tubuhnya terkandung zat beracun seperti merkuri yang dapat membahayakan tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Itulah sebabnya, para ahli kesehatan masih memperdebatkan, sampai seberapa level aman konsumsi ikan bagi bumil, tanpa menyebabkan janinnya "keracunan" merkuri.

Badan Administrasi Pangan dan Obat-obatan Amerika (US Food and Drug Administration /FDA) menyarankan bumil mengonsumsi tidak lebih dari 12 ons ikan per minggu. Akan tetapi, sebuah koalisi ilmuwan gizi medik bersikeras bahwa jumlah tersebut masih terlalu sedikit. "Data terbaru menunjukkan bahwa wanita masih belum mengonsumsi ikan dalam jumlah cukup, dan ini sangat mengkhawatirkan," ujar Judy Meehan, Direktur Eksekutif National Healthy Mothers, Healthy Babies Coalition, sebuah organisasi yang berfokus pada kesehatan ibu hamil dan anak. "Sederhana saja, tak ada jalan lain untuk mendapatkan asupan omega 3 yang baik bagi perkembangan otak sebaik yang Anda dapatkan dari ikan," katanya.

Ikan memang mengandung asam lemak omega 3, sejenis lemak menguntungkan yang penting bagi perkembangan saraf otak. Asupan ikan yang kurang dari rekomendasi pemerintah faktanya dapat menyebabkan perkembangan mental anak "terganggu". Itulah hasil kajian sejumlah peneliti di Amerika dan Inggris yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet pada 2007 silam. Sebagai tambahan, penelitian ini juga menyimpulkan bahwa anak-anak yang terlahir dari ibu yang mengonsumsi sekurangnya tiga porsi ikan per minggu semasa hamil, memiliki hasil tes fungsi mental yang lebih bagus dibandingkan rekan sebayanya.

Dr Emily Oken, seorang asisten profesor dari Department of Ambulatory Care and Prevention di Harvard Medical School dan Harvard Pilgrim Health Care di Boston, Amerika, juga melakukan penelitian yang menilai manfaat gizi versus risiko terkontaminasi "racun" dari konsumsi ikan selama kehamilan. Untuk keperluan tersebut, Oken dan timnya mewawancarai 341 wanita perihal konsumsi ikan selama trimester kedua kehamilan, juga mengetes kadar merkuri dalam darah mereka.

Saat anak yang terlahir sudah berusia 3 tahun, peneliti melakukan tes keterampilan motorik dan intelektual terhadap anak-anak ini. Hasilnya, skor tes lebih tinggi didapati pada anak-anak yang ibunya makan lebih dari dua porsi ikan per minggu dan memiliki kadar merkuri rendah. "Artinya, manfaat optimal didapat wanita yang mengonsumsi ikan rendah merkuri," kata Oken seraya menambahkan bahwa skor tinggi tetap didapat pada bumil yang mengonsumsi tuna kalengan lebih dari dua porsi seminggu.

Penelitian lainnya yang berkala lebih besar berupaya mengumpulkan data lebih dari 25.000 anak yang terlahir dari ibu berkebangsaan Denmark. Diketahui bahwa anak-anak yang ibunya mengonsumsi lebih banyak ikan semasa hamil memiliki keterampilan motorik dan kognitif lebih baik dibanding anak-anak yang ibunya makan ikan dalam jumlah sedikit.

"Dibanding wanita yang makan ikan paling sedikit, wanita yang makan ikan terbanyak (sekitar 14 ons per minggu) memiliki anak dengan perkembangan 30 persen lebih bagus. Manfaat ini sama dengan anak yang usianya sebulan lebih tua atau anak yang disusui ASI eksklusif selama setahun," katanya. The National Healthy Mothers, Healthy Babies Coalition bekerja sama dengan the Maternal Nutrition Group, sebuah komunitas independen para dokter, peneliti dan ahli gizi, pada 2007 menyarankan para wanita hamil mengonsumsi ikan sebagai bagian dari diet sehatnya. Namun, banyak wanita yang menginterpretasikan panduan yang diberikan FDA sebagai larangan atau batasan konsumsi ikan.

Pada 2004, FDA menyarankan bumil, termasuk ibu yang baru melahirkan dan balita, untuk menghindari jenis ikan tertentu yang disinyalir berkadar merkuri tinggi, yang kemungkinan dapat "meracuni" perkembangan sistem saraf bayi dan anak. Jenisnya meliputi hiu, todak (swordfish), king mackarel, dan tilefish.

FDA menyarankan untuk memilih jenis ikan rendah merkuri dan mengonsumsi tidak lebih dari 12 ons, yakni cukup dua porsi ikan atau seafood per minggu. Namun, banyak orang Amerika, termasuk bumil, tidak mencukupi asupan yang direkomendasikan tersebut. "Pesan kami, mengurangi konsumsi ikan bukanlah hal yang bagus karena ikan itu penting untuk perkembangan otak bayi!" sebut Meehan.

Selain ikan, santapan lainnya yang harus ada dalam daftar menu bumil adalah buah dan sayur. Selain tinggi vitamin dan mineral, dua kategori pangan tersebut juga kaya serat dan asam folat. Karena itu, bumil diharapkan mengonsumsi sayur dan buah setidaknya lima porsi per hari.

Sunday, January 9, 2011

Kebiasaan Yang Harus Dihindari Anak

Kebiasaan Yang Harus Dihindari Anak

1.Minum minuman bersoda

Minuman bersoda memang sangat nikmat dan menyegarkan. Anak-anak tentu akan menyukai minuman jenis ini. Namun ternyata minuman jenis ini sangat berbahaya bagi anak-anak. Mungkin beberapa dari kita sudah tahu bila minuman berkafein sangat berbahaya bila dikonsumsi oleh anak-anak. Nah… Minuman bersoda ini biasanya mengandung kafein. Dan bila anak-anak mengonsumsi dalam jumlah yang tinggi maka akan menyebabkan gangguan pada tidur, anak menjadi cenderung hiper aktif, dan tentu saja sangat mengganggu kegiatan belajar anak. Dan efek selanjutnya adalah penurunan prestasi belajar anak. Zat lain yang ada di dalam minuman bersoda adalah Natrium. Natrium dipercaya bisa meningkatkan tekanan darah. Mungkin pada masa kecil, seorang anak yang banyak mengonsumsi Natrium tidak tampak efek sampingnya. Efek samping dari minuman ber-Natrium akan tampak setelah anak menginjak dewasa. Biasanya mereka akan mengalami penyakit tekanan darah tinggi. Tidak heran bila pada zaman sekarang banyak orang-orang muda yang sudah terserang “stroke”. Maka hindarkan anak-anak dari minuman yang mengandung kafein dan Natrium, kita bisa berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi anak dalam hal ini.

2. Minum air dingin

Air dingin ternyata juga tidak baik untuk anak-anak. Air dingin bisa menyebabkan kegemukan yang tidak sehat pada anak-anak. Mengapa? Karena air dingin mencegah proses pelarutan lemak dalam tubuh, sehigga menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh secara berlebihan. Jadi bila buah hati kita gemuk, jangan senang dulu. Karena gemuk tidak selamanya sehat. Selain itu air dingin juga bisa menyebakan penyakit flu dan batuk. Air dingin juga bisa menyebabkan rangsangan yang sangat kuat pada saluran pencernaan. Hal ini bisa menyebakan penyakit diare dan sakit perut. Maka minuman yang hangat atau yang bersuhu biasa sangat dianjurkan bagi anak-anak.

3. Makan permen

Gigi anak-anak masih sangat rentan. Mengonsumsi makanan yang terlalu manis seperti permen sangat berbahaya bagi kesehatan gigi anak. Untuk mengatasi hal ini, bila buah hati kita memang “kebelet” ingin makan permen, mintalah buah hati kita untuk makan permen di rumah, supaya kita pun bisa memintanya untuk cepat-cepat menyikat gigi mereka. Supaya buah hati kita selalu ingat kapan mereka harus menyikat gigi, maka ajarkanlah buah hati kita lagu GIGI SEHAT (klik judul lagunya buat dengerin lagunya…. Sangat sederhana, Lucu dan menarik).

4. Nonton Televisi Terlalu Dekat

Kebiasaan anak menonton TV terlalu dekat juga bisa memberikan efek negatif pada anak, terutama pada bagian mata. Anak bisa mengalami kelainan mata yang bernama rabun jauh.

5. Membaca Sambil Tiduran

Aktivitas membaca sangat disukai anak-anak, walaupun mungkin mereka hanya melihat gambar-gambarnya saja. Namun bila aktivitas ini dilakukan dengan posisi yang tidak baik, seperti dengan posisi tidur, sangat tidak baik buat kesehatan mata buah hati kita. Agar membaca tidak merusak mata, maka jarak antara buku dan mata adalah 30 cm. Coba kita perhatikan bila buah hati kita membaca buku sambil tidur. Secara sadar atau tidak, maka posisi buku akan semakin dekat dengan mata karena tangan menjadi kelelahan dalam menopang atau memegang buku. Padahal membaca buku dengan jarak buku dan mata kurang dari 30 cm bisa menyebabkan kerusakan mata.

6. Membaca di mobil

Membaca di mobil juga tidak baik buat buah hati kita, karena mobil tidak pernah berjalan dengan posisi diam. Mobil pasti akan bergoyang dan bergetar. Hal ini menyebabkan mata sulit fokus dan cepat lelah, dan bisa menyebakan kerusakan mata.

7. Membaca Terlalu Lama

Membaca itu baik, namun tidak akan menjadi baik bila membaca terlalu lama. Usahakan untuk meminta buah hati anda mengistirahatkanmatanya setiap 30 menit sekali. Supaya mata tidak cepat lelah. Dan usahakan untuk menyegarkan mata dengan memandang tumbuhan hijau setelah membaca terlalu lama.

8. Memainkan mainan yang terlalu kecil

Mainan yang terlalu kecil harus dihindari oleh anak-anak untuk mencegah tertelannya mainan.

9. Kebiasaan Memasukkan tangan ke mulut

Kebiasaan ini tidak baik, karena tangan si kecil tidak selalu bersih. Bila tangan si kecil kotor maka bisa menyebabkan masuknya bibit penyakit ke dalam tubuh si kecil.

10. Terlalu membiarkan anak yang aktif

Kita tentu akan merasa sangat senang melihat buah hati kita aktif bergerak. Namun sebaiknya jangan terlalu membiarkan kebiasaan ini, karena tidak selamanya yang dilakukan buah hatii kita ini adalah hal yang baik. Agar buah hati kita tidak bergerak secara “liar” dan tidak tahu aturan, sebaiknya kita menyediakan mainan yang mendidik. Supaya keaktifan buah hati kita bisa terarah dengan baik, dan tidak membahayakan keselamatan sang anak.

11. Menyanyikan Lagu Dewasa

Bila kita tidak ingin buah hati kita menjadi “dewasa” lebih cepat, jangan biarkan buah hati kita menyanyikan lagu dewasa. Sedini mungkin, kenalkan lagu-lagu anak bagi buah hati kita. Agar buah hati kita lebih berselera pada lagu-lagu anak. Anda bisa menemukan banyak lagu-lagu anak yang mendidik dan inspiratif di lagu2anak.blogspot.com.

Suplemen yang Cocok Untuk Anak

Bila Anda bertanya, apakah anak-anak memang dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen, maka para ahli gizi akan menjawab, "Ya!"

Bagaimana cara memilih suplemen yang tepat untuk anak?

· Pastikan suplemen apa yang dibutuhkan oleh anak Anda.

· Pilih suplemen yang memang khusus diformulasikan untuk anak, bukan suplemen yang untuk semua usia. Baiknya suplemen itu memiliki rasa yang enak dan mudah untuk dikonsumsi.

· Pilihlah suplemen yang berdosis kecil. Vitamin larut lemak dalam suplemen tertentu dapat tertimbun di jaringan bila diberikan dalam dosis besar.

· Komposisi suplemen harus sesuai dengan standar. Perhatikan pula label manfaat, dosis, cara penyimpanan, dan peringatan pemakaian produk tersebut. Pastikan kalau suplemen tersebut sudah terdaftar di badan POM. Bila ada yang kurang jelas, usah ragu bertanya pada konsultan medis Anda.






· Bila anak sedang mengidap suatu penyakit tertentu, pastikan kalau suplemen tersebut tidak akan menyebabkan kontraindikasi dengan penyakit si anak. Diskusikan hal ini dengan konsultan medis Anda.

Anak-anak cenderung susah untuk diberi makan dan itu akan mengganggu pertumbuhannya, baik fisik maupun kecerdasannya. Itulah sebabnya suplemen memang dianjurkan bagi anak-anak. Suplemen yang tepat akan mampu melengkapi kekurangan zat gizi, menjaga vitalitas tubuh anak, dan menghindari risiko gangguan pertumbuhan. Tetapi orangtua perlu memahami kalau suplemen bukanlah pengganti makanan, melainkan tambahan pelengkap bagi asupan nutrisi anak.

ASI Berdampak Positif bagi Perilaku Anak

SIAPA bilang air susu ibu (ASI) hanya baik untuk pertumbuhan fisik anak? Sebuah penelitian menyebutkan bahwa ASI juga berpengaruh baik terhadap tingkah laku anak dan menumbuhkan rasa percaya diri.

Manfaat ASI terhadap seorang bayi, tentu sudah tak diragukan lagi.Bisa dibilang,ASI merupakan satu-satunya sumber asupan si bayi hingga bayi berusia 6 bulan.Pada usia 0 sampai 6 bulan tersebut bayi masih dalam periode pemberian ASI eksklusif.Dikatakan oleh dokter anak dari RSIA Bunda Jakarta, Dr I Gusti Ayu Nyoman Partiwi SpA MARS bahwa di awal masa kelahiran, kegiatan menyusui merupakan aktivitas yang “berat” bagi seorang ibu. Kegiatan inisiasi menyusu dini (IMD) ditekankan dan fokus pada bayi yang menyusu pada ibunya.

Idealnya saat bayi baru lahir, dianjurkan pada jam-jam pertama untuk meletakkan bayi di dada ibunya. Saat ibu menyusui dan buah hati mendapatkan ASI,maka anak pun bisa mendapat banyak dampak positif dari pemberian ASI tersebut. “Manfaat ASI telah banyak diteliti dan diketahui para orang tua sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu,”tutur dokter yang akrab disapa Tiwi ini. Tiwi menjelaskan, di berbagai pertemuan ilmiah di seluruh dunia terutama tentang makanan yang terbaik untuk bayi,belum ada yang pernah menyangkal kelengkapan ASI dalam memenuhi kebutuhan nutrisi seorang bayi.

Selain itu, pemberian ASI juga bermanfaat untuk menciptakan kolonisasi bakterial di kulit dan usus bayi dengan bakteri badan ibu yang normal,mengurangi bayi menangis sehingga mengurangi stres dan tenaga yang dipakai bayi. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan atau lebih diperlukan agar anak memiliki daya tahan tubuh yang baik dan mengurangi terpaparnya risiko alergi dan infeksi.

“Secara psikologis pun, pemberian ASI memberi dampak positif,” tandasnya dalam acara talkshow Female Parenting Club yang diadakan oleh Female Radio di Plaza Senayan beberapa waktu lalu. Peneliti dari Menzies School of Health Research di Darwin, Profesor Sven Silburn menuturkan, terdapat bukti yang menunjukkan hubungan antara menyusui dan kesehatan mental seseorang. Jika saat bayi diberi ASI, maka tubuh orang saat bayi akan mendapat serotonin, yaitu zat antistres yang banyak dibentuk dalam 2 tahun pertama kehidupan si bayi.

Jadi, zat antistres ini akan masuk ke dalam tubuh anak yang membuat mereka nantinya akan menjadi seseorang yang tidak mudah marah,menghindari stres dan depresi, serta mengurangi kemungkinan terkena gangguan mental saat dewasa nanti. Sebuah penelitian yang dilaporkan dalam pertemuan tahunan American Public Health Association juga menemukan bahwa orang tua yang memberikan ASI saat masih bayi cenderung jarang melaporkan adanya masalah perilaku pada anaknya.

Psikolog keluarga dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, Dra Ratih Andjayani Ibrahim MM Psi,menuturkan bahwa dengan menyusui maka ibu juga menyalurkan rasa trust kepada anak sehingga anak pun bisa percaya diri. “ASI akan menjadi modal untuk kehidupan anak sehingga anak tumbuh menjadi anak yang sehat, bahagia, dan memiliki pribadi yang baik,” ungkap pemilik klinik Personal Growth ini. Ratih mengatakan, menyusui bukan sekadar memberi makan.

Ibu yang memberi ASI, selain dipercaya bisa meningkatkan kecerdasan, juga meningkatkan percaya diri anak. Seseorang yang mendapatkan ASI di waktu bayi juga cenderung akan memiliki perilaku yang lebih baik. “Hal itu disebabkan pada saat ibu menyusui, terjadi kontak fisik antara bayi dan anak seperti ibu mengajak anak berbicara. Nah, dari sanalah kedekatan antara bayi dan ibu muncul sehingga anak pun mendapatkan manfaat yang baik dari ASI,”ungkap dia.

Banyak penelitian mengenai pemberian ASI pada buah hati.Seperti penelitian terhadap anak yang menyusui ASI lebih dari setengah abad yang lalu. Mulai dari Douglas tahun 1950 yang menemukan bahwa anak ASI lebih cepat bisa berjalan, sampai penelitian oleh Lucas (1996) dan Riva (1998) yang menemukan bahwa nilai IQ anak ASI lebih tinggi beberapa poin.

Adapun Dr Scott Montgomery, seorang ahli epidemiologi di Karolinska Institute Swedia dalam penelitian bersama timnya, meneliti bagaimana bayi berusia 10 tahun yang diberi ASI dan yang diberi susu formula menghadapi stres akibat masalah perkawinan orang tuanya. Hasilnya membuktikan bahwa dari sekitar 9.000 bayi yang menjadi responden penelitian dan dimonitor sejak lahir sampai masuk sekolah,menyebutkan bahwa ternyata anak yang dulunya mendapat ASI bisa menghadapi masalah dan stres lebih baik dibandingkan yang tidak mendapat ASI.

“Bayi yang disusui tidak terlalu terpengaruh oleh perceraian atau perpisahan orang tuanya. Mereka juga tidak mudah gelisah dan cemas,” tutur Scott. Beragam manfaat yang didapat dari ASI bisa anak peroleh sedini mungkin dan akan bermanfaat sepanjang hidupnya kelak. Itu sebabnya, berikan yang terbaik untuk si buah hati,maka Anda juga akan memberikan yang terbaik untuk masa depannya nanti.

Saturday, December 25, 2010

Tips Agar Anak Menjadi Kreatif dan Cepat Berkembang

Agar Punya Anak Yang Kreatif, Sebaiknya Ortu Jangan…….

1. Terlalu Mendikte atau Melarang
Terlalu banyak mendikte atau melarang ternyata tidak baik untuk perkembangan sang anak. Hal ini bisa membuat seorang anak tidak punya inisiatif. Anak yang tidak punya inisiatif, bisa juga berdampak pada lemahnya kreatifitas sang anak. Padahal kreatifitas sangatlah penting bagi masa depan sang anak di masa yang akan datang. Anak yang terlalu banyak didikte dan dilarang bisa menjadikan anak lebih tertutup dan susah bergaul. Dalam hal ini, sebagai orang tua, kita harus lebih banyak membimbing pada saat anak-anak melakukan hal-hal yang baru, dan menasihati mereka bila melakukan kesalahan. Seorang anak juga harus belajar dari kesalahan, agar mereka tahu sebab dan akibat dari apa yang mereka lakukan. Dan hal yang paling pokok dalam memberikan kebebasan kepada sang anak adalah supaya mereka bisa belajar bertanggungjawab, terutama terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

2. Terlalu Membatasi ide dan opini
Setiap anak pasti memiliki ide-ide saat sebelum mereka melakukan sesuatu. Misalnya, pada saat mereka bermain sebuah permaian puzzle. Mereka mungkin akan menyusun puzzle hingga membentuk sebuah gedung yang sangat tinggi. Bila melihat hal ini, maka yang terbaik yang bisa anda lakukan adalah menasihati dengan mengatakan,”Nak… Kalau kamu menyusun puzzle sampai setinggi itu, bisa jatuh. Kalau jatuh, nanti puzzlenya bisa cepet rusak. Kalau rusak, Papa nggak akan beliin yang baru lagi lho ya… Lalu kalau menjatuhi kepala adikmu kan kasihan… . “. Biarkan anak mengerti segala konsekuensinya saja, tanpa kita harus melarangnya. Dan kalau buah hati anda tetap keras kepala, biarkan saja. Biarkan anak belajar dari apa yang telah mereka lakukan. Hal ini akan lebih bermanfaat, daripada anda membatasi dengan segala larangan-larangan yang tidak berdasar. Dalam hal ini, tentu kita juga harus lebih cerdas untuk mengerti seberapa batas “kesabaran” yang kita berikan bagi berikan kepada buah hati kita. Bila buah hati kita sudah melakukan hal-hal yang berbahaya, tentu penanganannya sudah berbeda pula. Misalnya, pada saat buah hati kita bermain dengan colokan listrik yang terhubung dengan kabel beraliran listrik. Mungkin anda harus bertindak cepat supaya buah hati anda tidak kesetrum. Hal terpenting yang ditekankan di sini adalah tidak “terlalu” membatasi ide dan pendapat anak, sehingga tidak mematikan ide-ide kreatif mereka yang sedang berkembang dan jangan sampai buah hati kita memandang kita sebagai seorang “mandor” yang sedikit-sedikit marah dan melarangnya melakukan sesuatu yang baru.

3. Mengejek dan Mencela
Buah hati kita adalah pribadi yang sedang berkembang dan masih banyak membutuhkan waktu untuk belajar. Dalam hal ini, tentu apa yang mereka lakukan dan mereka buat, tidak sebaik dengan apa yang kita lakukan dan apa yang kita buat. Misalnya, pada saat buah hati kita sedang melukis seekor burung. Mungkin burung tersebut lebih mirip seekor cacing. Janganlah mengejek hasil karya buah hati kita tersebut, dengan kata-kata yang menyakitkan, karena bisa berdampak buruk bagi semangatnya untuk mau berkreasi. Akibat yang lain lagi adalah tumbuhnya sikap pemalu dan minder. Maka lebih banyaklah memberikan pujian. Dan bila anda merasa hasil karya buah hati kita belum baik, kita harus terus memberikan motivasi. Akan lebih baik lagi bila anda mau membimbing dan mengajar sang buah hati, agar bisa berkarya lebih baik lagi.

4. Menakut-nakuti Anak
Meskipun kita sendiri takut terhadap sesuatu jangan sampai kita menunjukkan rasa takut yang berlebihan. Misalnya pada saat kita melihat kecoa (dan kita sangat gelid an takut bila melihat kecoa), yang terbaik anda lakukan pertama kali adalah mencoba menghindarinya saja tanpa membiarkan anak takut. Jangan sampai kita menunjukkan reaksi yang berlebihan dengan berteriak, dan membunuh kecoa tersebut. Dan bila buah hati kita sudah terlanjur tahu keberadaan kecoak tersebut, cukuplah anda berkata,”Say… Ada kecoak tuh. Kecoak itu binatang yang jorok, hidupnya di comberan. Yuk kita masuk ke kamar saja.”. Dan berusahalah melakukan dengan tenang, tanpa membuat anak juga merasa ketakutan.

5. Membenci Anak
Meskipun buah hati kita sering melakukan kesalahan dan sering membuat kita jengkel, namun tetaplah menjadi orang tua yang sabar. Jangan sampai didikan yang kita lakukan dilandasi dengan kebencian. Melainkan tetap berpikir bahwa apa pun yang kita lakukan adalah demi kebaikan buah hati kita, dan karena kita begitu menyayanginya. Sebagai orang tua, dan tentu saja sebagai orang yang jauh lebih dewasa, kita tentu wajib untuk bisa mengontrol emosi kita. Buah hati kita, adalah pribadi yang masih sangat sensitif, sehingga bila kita sudah mulai melakukan hal-hal yang “diluar batas”, bisa jadi luka-luka itu terbawa hingga buah hati anda beranjak dewasa, dan membawa sifat bawaan yang anda “teladankan” kepada buah hati anda. Nasihatilah buah hati anda dengan cinta, dan bila anda harus marah, marahlah dengan cinta. Sehingga buah hati kita tidak akan merasakan kemarahan kita sebagai sebagai hukuman, melainkan sebagai wujud ungkapan cinta kita kepada buah hati kita, karena kita ingin buah hati kita tumbuh menjadi manusia yang lebih baik. Sehingga bila buah hati kita berubah bukan karena rasa takut kepada kita, melainkan sebuah perasaan cinta pula dan karena buah hati kita tidak ingin membuat kita kecewa dan bersedih

Sunday, December 19, 2010

9 Cara Membuat Otak Anak Jadi Genius

Setiap orang tua selalu mengharapkan anaknya cerdik, pandai dan arif melebihi anak lain. Para pakar menyatakan, sekalipun kearifan seorang anak sangat erat hubungannya dengan genetika bawaan, namun banyak sekali penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pembinaan setelah lahir juga merupakan faktor sangat penting yang tidak boleh diabaikan.

http://dr.lupuzz.googlepages.com/dad-son.jpg

Merangsang Pertumbuhan dengan Pendidikan dalam Kandungan
Para dokter menyatakan, bayi dalam kandungan usia tiga bulan sudah mempunyai perasaan, empat bulan sudah mampu merasakan suara dari luar. Suara dari luar ini akan terus merangsang organ indera anak dalam kandungan dan mendorong pertumbuhannya, mempunyai peran yang penting bagi pertumbuhan intelegensi. Pada dasarnya cerebral cortex (bagian otak yang penting untuk mengingat, memperhatikan, menyadari, berpikir, mengerti bahasa dan lain sebagainya) bayi dalam kandungan sudah terbentuk pada usia 5 – 6 bulan, bila pada masa ini diperdengarkan musik ataupun dilakukan pemijatan lembut pada bagian perut akan dapat meningkatkan pertumbuhan intelegensi sang anak.

Fondasi Perkembangan Intelegensi Ditentukan pada Masa Anak-Anak
Sejak bayi dilahirkan, ayah-bunda sudah mempunyai peran penting untuk mengajarkan pengetahuan dasar kepadanya. Kalau saja ayah bunda pada tahap ini dapat membimbing sang anak dengan murah hati, hormat dan penuh kasih sayang, maka bukan saja dapat meletakkan dasar kepribadian yang unik bagi sang anak, bahkan dapat membuat anak memiliki kemampuan belajar dan sikap bergaul yang baik. Dengan demikian, peran ayah bunda bukan hanya membesarkan, bahkan juga memikul tanggung jawab besar sebagai “guru pribadi”.

http://lakso.files.wordpress.com/2008/07/anak-indonesia.jpeg

Para pakar menyatakan, “Anak-anak pada rentang usia 4 sampai dengan 13 tahun, karena belum banyak mengecap asam garam dunia, hatinya masih murni, merupakan masa dengan daya ingat yang paling kuat selama hidupnya. Jika pada masa keemasan ingatan ini memperoleh pendidikan yang baik, akan sangat bermanfaat bagi sepanjang hidupnya.

9 Rahasia Membuat Anak menjadi Pandai/Jenius
Penulis rubik khusus pendidikan, Korey Capozza, menyarankan sembilan cara untuk membina dan meningkatkan IQ (intelligence quotient ) anak.

1. Belajar Musik
http://belajar-piano.com/images/konsentrasi.jpg
Ini merupakan cara yang bagus untuk meningkatkan pembelajaran otak kanan dengan santai dan mudah. Menurut hasil penelitian Universitas Toronto, pelajaran musik dapat meningkatkan intelligence quotient dan prestasi sekolah seorang anak. Bahkan semakin lama dipelajari, hasilnya semakin jelas.

2. Beri minum Air Susu Ibu
http://putalesulfato.files.wordpress.com/2008/11/breastfeding.jpg
Banyak penelitian ilmiah membuktikan bahwa air susu ibu (ASI) selain menyediakan berbagai macam zat gizi, juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan intelegensi bayi. Seorang bayi yang mengonsumsi ASI selama sembilan bulan secara nyata lebih pandai dari pada seorang bayi yang hanya mengonsumsi ASI selama satu bulan.

3. Tingkatkan kesehatan
http://www.klikdokter.com/userfiles/ibuanakgigisehat.jpg
Tim peneliti dari University of Illinois telah membuktikan hubungan antara kesehatan dan pelajaran anak di sekolah. Penelitian dari Oppenheimer Funds malah menunjukkan bahwa olah raga berkelompok bukan saja meningkatkan rasa percaya diri, membangun spirit kebersamaan, bahkan dapat memupuk kecakapan memimpin. Delapan puluh satu persen dari para direktris perusahaan pada saat masih kecil, semuanya pernah bergabung dalam suatu kegiatan organisasi.

4. Permainan
http://www.wartakota.co.id/upload/photo/2009/08/21/e9ec7bf1523158d0389a636b6c0b5988.jpg
Memang ada banyak games yang bisa membuat pemainnya menjadi brutal, nyentrik ataupun malas berpikir. Namun juga ada sejumlah games yang dapat meningkatkan spirit bersosial, kreativitas dan inspirasi, bahkan ada yang dapat melatih anak untuk berpikir dengan bijaksana serta melatih kemampuan membuat rencana. Penelitian di University of Rochester juga menemukan bahwa anak kecil yang bermain games lebih berkemampuan dalam menemukan petunjuk rasa visual dalam belajar.

5. Menolak junk food
http://www.detikhot.com/images/content/2008/09/05/227/InfoD.jpg
Kurangi mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi, berpantang berbagai makanan berlemak tinggi dan junk food yang lain. Sebaliknya, banyaklah mengonsumsi makanan sehat bergizi tinggi, ini akan meningkatkan perkembangan intelegensi dan motorik anak, terutama bagi bayi yang belum genap dua tahun, hal ini sangat penting. Misalnya, seorang anak harus mengonsumsi sejumlah zat besi untuk membantu pertumbuhan otak. Kalau kurang jumlahnya, penghantaran impuls syaraf akan melemah.

6. Memupuk rasa ingin tahu
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinPhZ_6TpC-QOS0aoEx0teFloBmkVUwwHHR4BSsd2gBIr_xqAx4tjJ_0QfzXdpGfv-_XLZCKzeguLuKzvfI0GEbxlMi6EbCcE1t87MgGkd9ZZJ9wOlKSsYTBmrJV8vSw0XaD0jjvoGqF8/s400/anak+lucu.bmp
Para pakar mengungkap, ketika orang tua mendorong anak untuk mempunyai pemikiran sendiri, sesungguhnya adalah sedang meng-arahkan mereka pada pentingnya menuntut pengetahuan. Menaruh perhatian yang besar terhadap minat anak, mengenalkan dan mengajarkan ketrampilan baru kepada mereka pada setiap ada kesempatan mendidik di luar rumah, semua ini merupakan cara yang baik sekali guna memupuk dambaan anak untuk menuntut pengetahuan.

7. Membaca
http://ecmbtm.files.wordpress.com/2009/06/anak-membaca.jpg
Sejalan dengan kemajuan teknologi, banyak orang yang mengabaikan pentingnya membaca. Membaca merupakan cara meningkatkan intelligence quotient seseorang yang paling langsung dan efektif. Membacakan cerita untuk anak, menjadi anggota perpustakaan dan menambah koleksi buku bacaan semuanya merupakan cara yang baik untuk memupuk minat membaca seorang anak.

8. Makan pagi
http://www.klikdokter.com/userfiles/anak%20makan(1).jpg
Pepatah yang mengatakan burung yang bangun pagi akan mendapatkan makanan bukanlah tanpa dasar. Jauh sejak 1970, penelitian ilmiah menemukan seorang anak yang sarapan pada pagi hari memiliki ingatan yang lebih baik, lebih mampu berkonsentrasi dan juga mampu belajar lebih cepat. Dari pada sama sekali tidak makan pagi, makanlah sepotong kue atau minum segelas susu, hal ini akan sangat membantu dalam belajar.

9. Bermain permainan pengasah otak
http://matanews.com/wp-content/uploads/bermain.jpg
Bermain catur, teka-teki silang atau permainan lain dapat merangsang intelegensi. Games Sudoku malah dapat memupuk cara berpikir yang bijaksana dan memupuk kemampuan memecahkan masalah.

Selain hal-hal di atas, pada saat seorang anak masih sangat muda harus sering diajak bercengkrama, mintalah anak mengingat perbendaharaan kata yang sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari ataupun mintalah anak menghafal, semua ini merupakan jurus piawai untuk membantu anak memupuk intelligence quotient.
http://masdodod.files.wordpress.com/2009/03/smile.jpg

Para pakar menyatakan, “Matikan tv, mintalah anak keluar rumah, mendekatkan diri dengan alam dan mengolah tubuh, merupakan salah satu metode terbaik untuk melatih anak menjadi pandai cekatan dan bertubuh sehat.”

sumber: http://eksplorasi-dunia.blogspot.com/2009/12/9-cara-membuat-otak-anak-jadi-genius_09.html

Tuesday, October 26, 2010

MANFAAT ASI BAGI BAYI DAN ANDA

Selain memberikan gizi lengkap secara alami, air susu ibu memberikan juga banyak keuntungan penting. Keseimbangan yang tepat antara protein, karbohidrat, lemak, dan mineral menyebabkan air susu ibu mudah dicerna, sehingga jarang sekali menimbulkan gangguan pencernaan seperti diare dan konstipasi misalnya.

Bayi-bayi yang disusui jarang sekali mengalami kelebihan berat badan. Kemungkinan menderita dehidrasi serta akibat-akibat lainnya. Jarang diantara mereka yang menderita alergi ataupun infeksi karena bakteri. ASI memberikan proteksi alamiah dengan cara mengalirkan antibodi penting dari ibu ke bayinya.

Menyusui memberikan manfaat psikologis kepada bayi karena melalui menyusui ia merasakan kehangatan dan kedekatan fisik ibunya, menikmati suara dan wajah ibunya, sekaligus memuaskan kebutuhan untuk mengisap.

Sebagai seorang ibu menyusui, anda pun memperoleh manfaat dengan cara saling berbagi hubungan unik dan menyenangkan ini dengan bayi. Aktifitas mengisap sang bayi dapat mengatasi rasa tidak enak di payudara yang dipenuhi air susu. Menyusui juga membantu mengembalikan anda ke bentuk tubuh semula lebih cepat, sekaligus membantu uterus cepat menyusut ke ukuran normalnya.

Selain itu, menyusui adalah suatu cara memberi makan bayi yang menyenangkan dan ekonomis. Persediaan susu yang suhunya tepat dan selalu tersedia setiap kali bayi membutuhkannya.

Jangan sampe bayi anda seperti ini :


Tuesday, September 7, 2010

HAL-HAL YANG PENTING DIPERHATIKAN SEBELUM MEMBAWA ANAK KE KANTOR


Di penghujung bulan Ramadan seperti saat ini, para pembantu sudah mulai bergegas pulang kampung dan si kecil tidak lagi ada yang mengurus di rumah saat Anda sedang bekerja. Tidak ada salahnya membawa anak Anda ke kantor, namun perlu diketahui beberapa etika berikut ini agar tidak mengganggu produktivitas Anda selama bekerja.

1. Minta izin terlebih dahulu kepada atasan sebelum membawa anak ke kantor.

2. Beritahu anak Anda apa yang boleh ia lakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan selama berada di kantor. Gunakan kesempatan ini untuk mengajarkan anak tentang profesi Anda.

3. Berikan anak tugas sederhana yang pantas dikerjakan oleh anak seusianya. Anda bisa menjadwalkan kegiatan yang menarik untuk dilakukan, seperti tur keliling kantor dan mengenalkannya pada teman-teman Anda, agar ia merasa diterima dan tidak asing.

4. Siapkan aktivitas alternatif bila ia bosan, seperti Anda membawa buku gambar, krayon atau permainan kesukaannya untuk mencegah dari rasa bosan.

5. Bawa bekal makanan kegemarannya, termasuk buah dan makanan ringan. Ini bisa menutup mulutnya untuk merengek sepanjang Anda bekerja.

6. Usahakan mempersingkat waktu bekerja dan pulang lebih cepat dari biasanya. Anda juga bisa makan siang di luar kantor sehingga anak tidak jenuh berada lama di kantor.

Apapun alasannya, kantor adalah tempat bekerja. Semua orang membutuhkan fokus. Membawa bayi atau balita yang bisa menangis kapanpun adalah salah satu tindakan kurang sopan yang dapat terjadi oleh wanita manapun. Anda ingin memamerkan bayi atau balita Anda yang lucu? Bawalah saat menit-menit menjelang pulang kantor.


Wednesday, August 25, 2010

CARA MENGAJARI BAYI ANDA TIDUR TEPAT WAKTU


Ketika memiliki bayi, jam tidur ibu kemungkinan besar akan terganggu. Pasalnya, bayi seringkali terjaga di malam hari.

Guna menyiasati agar ibu mampu beristirahat dengan cukup, ada baiknya ibu membiasakan bayi tidur sesuai jadwal. Caranya cukup mudah, ibu hanya mengenalkan pola tidur dan nantinya bayi akan terbiasa.

Sebagai langkah awal pengenalan pola tidur, ada baiknya ibu mengamati terlebih dahulu karakter si bayi. Sebagian bayi biasanya mudah mengikuti pola tidur rutin namun adapula bayi yang bermasalah dengan pola tidurnya dan sulit menjalankan pola tidur yang telah disiapkan ibu.

Berikut saran yang direkomendasikan BabyCenter.com terkait pembentukan pola tidur pada bayi :

- Khusus bayi berumur seminggu, jangan dipaksakan memulai mengenalkan pola tidur. Ada baiknya ibu mengikuti secara alami keinginan bayi untuk tidur. Bila bayi menangis, usahakan membuat nyaman si bayi dengan belaian atau pijatan lembut.

- Ketika memasuki usia 6 minggu, ibu bisa memulai pengenalan pola tidur. Entah itu tidur siang ataupun tidur malam. Sebelum tidur, ibu dapat melakukan beberapa hal seperti Mandikan bayi dengan air hangat dan ajak main sebentar sebagai awal penurunan intensitas aktivitas sebelum tidur, pakaikan ia baju tidur yang lembut dan nyaman, redupkan lampu bayi, putar lagu dan berikan kecupan hangat. Lakukan pola ini setiap hari.

- Khusus bayi berusia 3 hingga 6 bulan dan setelahnya, bayi mulai mengembangkan kebiasaan tidur tepat waktu. Menurut pakar anak, bayi berusia 3 hingga 6 bulan merupakan masa dimana bayi sudah siap untuk dilatih tidur secara rutin. Ketika memasuki usia pertumbuhan aktivitas bisa berlangsung selama 8 jam, namun ketika bayi rata-rata waktu yang dihabiskan untuk beraktivitas sekitar 5-6 jam.

- Sebelum latihan pembentukan pola tidur dimulai, sebaiknya ibu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Konsultasi diperlukan untuk melihat sejauh mana efek latihan terhadap anak serta memilih pola yang tepat guna menghindari kesalahan.

- Terakhir, tiap ibu dan bayi berbeda-beda, jadi jangan frustrasi dulu jika rutinitas ini tidak berjalan sesuai harapan. Coba dan bersabarlah. Lakukan apa yang paling sesuai untuk Ibu dan bayi Ibu.

Sunday, August 1, 2010

INILAH POSISI-POSISI IBU TERBAIK UNTUK MENYUSUI

BAGI seorang ibu, menyusui menjadi satu fase penting pascakelahiran si jabang bayi, terlebih bagi ibu muda. Pengetahuan mengenai posisi menyusui yang baik sangatlah penting. Selain menjaga kesehatan puting susu, posisi menyusui yang baik dapat mencegah luka. Tak hanya itu, bayi juga akan dapat menyusu secara efisien.

Demi kenyamanan ibu dan bayi, menyusui tak selalu harus dilakukan dalam posisi berbaring. Aktivitas ini dapat dilakukan baik dalam kondisi berdiri, duduk maupun keadaan lainnya. Berikut beberapa tips cara menyusui yang baik:














*Posisi mendekap (the cradle), merupakan posisi yang sangat baik bagi bayi ketika baru lahir. Gendong bayi dan letakkan di perut Anda hingga kulit saling bersentuhan. Biarkan tubuhnya menghadap ke arah Anda. Jika menyusu pada payudara kanan, letakkan kepala bayi pada lekuk siku tangan kanan Anda dengan bokong pada telapak tangan Anda. Demikian pula sebaliknya jika menyusu pada payudara kiri.

*Posisi mendekap silang (the cross cradle hold), baik bagi bayi prematur atau ibu dengan payudara kecil. Satu lengan Anda menopang tubuh bayi, sedangkan yang lain menopang bagian kepala.

*Posisi mencengkeram atau sepakbola (the football hold), posisi ini dianjurkan bagi ibu yang melahirkan secara caesar atau yang berpayudara besar. Dengan topangan bantal, posisikan bayi di samping Anda. Sementara kaki bayi di belakang Anda dan tubuhnya di bawah lengan Anda.

*Posisi duduk (saddle hold), caranya dudukkan bayi Anda secara tegak dan posisikan kakinya agar mengangkangi Anda. Cara ini baik dilakukan jika si kecil tengah pilek atau sakit telinga.

*Posisi berbaring (the lying position), sembari bayi menyusu, Anda dapat tidur. Berbaringlah, topang punggung dan kepala bayi dengan bantal. Tak lupa pastikan perutnya menyentuh Anda.

Letakkan bayi setinggi puting Anda pada posisi apapun. Jika terlalu bersandar, bayi dapat merasakan sakit atau tegang pada punggung dan leher. Gunakanlah cara yang paling sesuai. Jangan abaikan faktor kenyamanan, agar bayi Anda dapat menyusu dengan baik.

Perhatikan, jangan biarkan bayi hanya menghisap bagian puting susu saja, untuk mencegah ASI yang tidak adekuat dan lecet pada puting susu.